BMKG: Gempa Terkini

Senin, 07 Juni 2010

“Hackers Aren’t As Bad As You Think”

Mau Tau apa itu Hacking VS Cracking !!! Teknik Network Security, sampai apa sih Teknik Sniffing ????

Nah disini tempatnya ^^ Kamu2 yang mau belajar sambil berkemah di acara IT Camp “Hackers Aren’t As Bad As You Think” yang mana nanti kita akan belajar :
Pembicara :

- (Onno W Purbo – ODC / KeRM.IT)
- (Adi Nugroho – Yogyafree)
- (Ruth Marya – Kluwek)
- (M. Shalehuddin M – ID SIRTIi )
- (Donny DBU – ICT Watch & DetikInet)

Sawerannya Hanya :
Pelajar / Mahasiswa : Rp. 250.000 (melampirkan KTP & KTM yang masih berlaku)
Umum : Rp. 350,000 (melampirkan KTP)

Yang Mana Sudah Termasuk :
- Bermalam di Tenda
- Lunch 2x, Dinner 1x, Breakfast 1x , Snack 3X (4x Makan)
- Mobil dari Jakarta ke Bumi Perkemahan TNGHS Gunung Bunder – Bogor …….. (PP)
- Sertifikat IT Camp
- Kaos + Topi
- CD Materi
- Asuransi

*SUSUNAN ACARA*

*Hari I (Sabtu) 10 Juli 2010*

jam 6:30 – 7:30 = Daftar Ulang
Jam 7:30 – 10:00 = Berangkat , Sampai Di lokasi
Coffe Break
Jam 10:30 – 11:00 = Acara 1 (Pembukan Acara, Sambutan, Perkenalan Anggota)
Jam 11:00 – 13:00 = TEAM BUILDING
Jam 13:00 – 16:00 = PELATIHAN 1 Wireless Hacking (Adi Nugroho :
Yogyafree Muslimhackers / Onno W Purbo)
Jam 17:00 – 19:00 = ISOMA (Istirahat, Sholat, Makan malam )
Jam 19:00 – 20:00 = PELATIHAN 2 Cara berinternet Yang Aman (Donny BU : ICT Wacth – DetikInet)
Jam 20:00 – 21:00 = PELATIHAN 3 Mengamankan jaringan (M. Shalehuddin M : ID SIRTII)
Jam 21:00 – 23:00 = Diskusi Bebas dan Santai sambil Api Unggun
Jam 23:00 – 06:00 = Tidur

*Hari II (Minggu) 11 Juli 2010*

Jam 06:30 – 07:30 = Olahraga
Jam 07:30 – 08:30 = Makan pagi, game, motifator
Jam 09:00 – 12:00 = PELATIHAN 4 Network Security (Ruth Marya : Kluwek / Onno W Purbo)
Jam 12:00 – 13:00 = ISOMA (Istirahat, Sholat, Makan Siang)
Jam 13:00 – 15:00 = LANJUTAN PELATIHAN 4
Jam 15:00 – 16:00 = Penutupan & Pulang

Pendaftaran dibuka 1 Juni – 3 Juli 2010
Peserta 150 Orang
Transfer BCA a/n Nurlina Noertam No. Rekening 455 106 2010
Bukti pembayaran di kirim ke kermit.community@gmail.com

Keterangan lebih lanjut Hubungi :
Sasi
HP : 0815 860 60 736
: 0899 845 1280
YM : sasi_saski

Leni
HP : 0815 102 99 729
YM : nleni1976

Media Partner :
- Metro TV
- Detik.com

Nb : bagi yang tinggal di luar kota yang perlu penginapan bisa menginap di Bascamp KeRM.IT . Untuk lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Jumat, 12 Maret 2010

Jaringan Wireless-Introduction

Jaringan wireless/nirkabel adalah teknologi jaringan yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik melalui udara sebagai media untuk mengirimkan informasi dari pengirim ke penerima. Teknologi ini muncul sebagai jawaban atas keterbatasan jaringan wireline. Mobilitas manusia yang tinggi dan informasi yang selalu dekat menjadi faktor pendorong utama berkembangnya teknogi ini. Beberapa teknologi wireless yang telah dikembangkan antara lain : WiFi, Bluetooth, WiMAX, VSAT, Infrared.

1. Wifi

Sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE-802.11 Wi-Fi awalnya diujukatn untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet.Terdapat dua mode WiFi yaitu Ad-hoc dan Infrastruktur. Saat ini terdapat tiga variasi dari 802.11 yang sering digunakan, yaitu: 802.11a, 802.11b, dan 802.11g

2. Bluetooth

Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Bluetooth dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11. Menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam. Protokol bluetooth menggunakan sebuah kombinasi antara circuit switching dan packet switching. Bluetooth dapat mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara sinkron simultan atau sebuah kanal dimana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan suara sinkron

3. WiMax

Akses komunikasi data pada WLAN menggunakan standart IEEE 802.11, dan biasa disebut WiFi. Akan tetapi WiFi memiliki daerah jangkauan yang terbatas, QoS yang sederhana, frekuensi yang digunakan bisa berlicensi atau unlicensed, dan kapasitasnya terbatas. Karena keterbatasan itulah ditunjang dengan tuntutan mobilitas pengguna, maka dikembangkan teknologi WiMAX dengan menggunakan standart IEEE 802.16a

Karakteristik :
1. Pelangan mengirimkan data dengan kecepatan 2-155 Mbps dari SS ke BS.
2. BS akan menerima sinyal dari berbagai pelanggan dan mengirimkan pesan melalui wireless atau kabel ke switcing center melalui protokol IEEE 802.16.
3. Switcing center akan mengirimkan pesan ke internet service provider (ISP) atau PSTN.

Sabtu, 13 Februari 2010

Belakangan ini digital forensik banyak menjadi buah pembicaraan para pakar IT. banyak yang beranggapan bahwa digital forensik sangat dibutuhkan dan harus diimplentasikan secepatnya di Indonesia, karena mau tidak mau di dalam zaman yang serba digital ini segala sesuatu yang dilakukan musti bersifat cepat, tepat dan akurat. oleh karena itu untuk menjawab semua itu satu-satunya langkah yang dirasa tepat untuk dilakukan adalah melakukan sosialisasi tentang digital forensik kepada masyarakat umum.
bahkan divisi pemerintahan yang menangani tentang keamanan jaringan komputer di Indonesia memberikan statement bahwa untuk menyosialisasikan digital forensik dan melakukan perbaikan pada segi digital forensik perlu 1.000 orang SDM seperti mas ruby alamsyah (pakar digital forensik indonesi)
Bagaimana menurut teman-teman dan langkah-langkah yang tepat untuk mensosialisasian tentang digital forensik ini di indonesia?

Sabtu, 06 Februari 2010

Definition and Benefit of WiMax

Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) is the industry standard in charge menginterkoneksikan various technical standards that are global as one. WiMAX and WiFi are distinguished on the basis of technical standards to join in it. WiFi
IEEE 802.11 standard combine with ETSI HiperLAN, which is appropriate technical standards for WLAN, and WiMAX is a merger between the IEEE 802.16 standard by ETSI HiperMAN. IEEE output standard used widely in Europe and surrounding areas. To be able to make this technology is used globally, it is created WiMAX. Both these standards are held together with a technical standard specification very ocok to provide broadband connection through the media type wireless or broadband wireless access (BWA). In the future, all things related to BWA technology is likely to be WiMAX certification. WiMAX standards established by industry combinations wireless devices and computer chips all over the world. These big companies to join in a working forum to formulate a standard interconnection between BWA technologies in their products. WiMAX can deliver the data 7 times faster than Wi-Fi. WiMAX technology was claimed to have extraordinary abilities and more sophisticated than a wireless network system that is now. Technology that can unify a number of hotspot areas in a single area. In fact, Bill Gates, founder of Microsoft is optimistic that WiMAX is a dark horse who could speak a lot within the next three years.

Indeed, many business people believe WiMAX technology will be global. Whereas the development of Wi-Fi only takes 10 years. This technology is actually a further development of the concept of Wi-Fi. This technology already makes it easy for many people, but has a limited capacity constraints and scope. While many large companies in the world need access to a wireless network that has large data capacity, low cost and can be accessed from any place. Wi-Fi technology has a limited range, the most far approximately 100 meters. Compare with WiMAX has a range radius of approximately 7 to 10 km. No one projected as if the WiMAX wireless networking technology for urban areas. WiMAX wherever we go in the city, internet access can be done at no cost is too expensive. To find the information did not need to go to the office or internet cafes, just sitting in the car while waiting for traffic jams, then open the notebook. As for Wi-Fi was so out of the hotspot, a direct data connection died.

WiMAX has the ability to deliver data speeds up to 75 megabits per second (Mbps), while the Wi-Fi is only 11 Mbps. Another advantage is playing at WiMAX frequencies low enough and wide, ie from 2 to 6 gigahertz (GHz). While Wi-Fi set in the protocol at 2.4 GHz 802.11b and 802.11a protocols at 5 GHz. It is not surprising that the presence of WiMAX directly received from various mobile phone companies of the world. When development takes annual WiFi, WiMAX to be so popular it took 18 months. WiMAX 802.16 protocol code has been supported by Nokia, Siemens and Alcatel. In recent years the rising popularity of WiMAX, the latest data from www.wimaxforum.org site recorded no fewer than 100 companies in the world who joined the WiMAX Forum include communications company British Telecom and Broadband UK (United Kingdom), Iberbanda (Spain), PCCW (China ) and Reliance Inforcomm (India).

WiMAX technology can be a big leap for the world's communications companies, particularly for countries that are developing in Asia. Country that still rely on cable networks. With this technology leap to broadband networks or broadband could be expedited. The reason this makes communications company China and India were interested in joining. To get WiMAX services, requires a special antenna that can be operated by 60 companies with a connection each approximately 1 Mbps.

There are several advantages to the WiMAX, if dibandiungkan with WiFi are as follows:
1. Mikrolektronik producers will get a new land to be done, by making chips more general that can be used by many wireless device manufacturers to make his BWA. The wireless device manufacturers do not need to develop a solution end-to-end for users, because it is a clear standard.
2. Telecommunications operators can save investment tool because WIMAX ability to serve customers with a wider area and with higher compatibility.
3. End users will have little choice in the surf. WiMAX is one technology that can help us to connect to the Internet easily and quality.
4. Has many features that had not been there in WiFi technology with IEEE 802.11 standards. IEEE 802.16 standards combined with the ETSI HiperMAN, it can serve the market more widely.
5. In terms of its coverage to reach just 50 miles up, WiMAX has given a very large contribution to the existence of wirelass MAN. The ability to deliver data with a high transfer rate over long distances and will close all broadband gap can not be reached by cable technologies and digital subscriber line (DSL).
6. Can serve the subscriber, whether they be in a position line of sight (LOS) and that allows for no line of sight (NLOS).

What is CCTV (Close-Circuit Television)

Close-circuit television, or what we now know as CCTV, is the use of video cameras to transmit a signal to a specific place on a limited monitoring device. More functions to monitor places like banks, casinos, airports, military installations, luxurious shopping malls, and centers the other crowd. Initially, CCTV systems designed to oversee the launch of a rocket. Results recording functions to detect errors early on. Rocket launch bigger so even include CCTV images captured can be transmitted back to Earth via a radio link.
In 1942, CCTV systems were first produced by Siemens AG in Peenemunde, Germany to observe the launch of V-2 rocket, designed Walter Bruch. CCTV technology functions and then extended to prevent acts of burglary and theft at banks and luxury shops. England became the most dramatic country in the use of CCTV. With increasing security reasons these countries impose more camera to one of its citizens, compared with developed countries another. In Indonesia, CCTV crucial role in tracking the identity of suicide bombers on bombing in Mega Kuningan. Now, technology Digital Video Recorders (DVRs) can be recorded on CCTV for many years. Plus extra features (such as motion-detection and email alerts).
Advantages and Benefits Between Other CCTV:
- CCTV can be accessed by multiple users simultaneously at the same time via LAN network
- CCTV can be monitored remotely using only a regular phone line, without any internet connection
- CCTV can be accessed from anywhere with no distance limitations, from out of town or from abroad using the internet access
- Can be monitored using a PDA, laptop or PC
- Protected password protection so that no right can not access
- No need to use a lot of screens! 1 Self monitors to see up to 16 points at the same cctv camera
- CCTV can function as an alarm that will automatically contact tel no pre-determined if there are things that are not desired.
- Price is more affordable and economical.

Rabu, 10 September 2008

Perbandingan GSM, CDMA Dan PSTN

Pertama-tama sekali saya sampaikan permintaan maaf kepada para visitor in adesurya-online.blogspot.com, karena sudah lama saya tidak melakukan posting ulang pada site ini karena ada beberapa hal, untuk itu sekali lagi saya sampaikan permintaan maaf.
Mungkin pada artikel ini saya akan sedikit keluar jalur daripada judul site ini yaitu “Hacking Inspiration”, pada kesempatan kali ini saya akan coba memaparkan beberapa perbedaan dari jaringan wireless pada handphone GSM, CDMA dengan jaringan menggunakan kabel pada telepon PSTN atau telepon rumah.
Mungkin rekan-rekan semuanya pernah mendengar istilah TRIBAND, QUADBAND , EDGE, 3G/UMTS dan yang terbaru adalah jaringan HSDPA yang dapat melakukan access internet hingga kecepatan 3,6 MBPs. Itu semua adalah jenis jaringan wireless yang terdapat pada Handphone berjenis GSM. Jaringan GSM menggunakan jaringan canggih yang dapat menjangkau kita di manapun berbeda, jaringan GSM berbeda dengan jaringan CDMA yang hanya dapat mencakup wilayah tertentu. Jaringan CDMA biasanya menggunakan frekuensi radio oleh karena itu mungkin salah satu sebab kenapa setiap starter pack CDMA yang kita gunakan tidak bisa digunakan dengan nomor yang sama di daerah lain.
Dari pembahasan sederhana itu saja dapat kita lihat perbedaan mencolok dari kedua jenis jaringan telekomunikasi tersebut. Yang pertama, pada jaringan GSM yang menggunakan jaringan canggih yang mempunyai efek samping berbahaya yaitu efek radiasi yang sangat besar yang dapat merusak saraf pusat manusia, ini berbeda dengan jaringan CDMA yang hanya menggunakan frekuensi radio sehingga tidak terlalu memiliki efek radiasi yang tinggi. Tentu dibalik ada kelemahan pasti ada kelebihan yang dimiliki oleh jaringan GSM, antara lain kelebihan pada kejernihan suara nya karena menggunakan system satelit .
Mungkin itu sedikit gambaran tentang jaringan wireless pada handphone, sedangkan pada jaringan PSTN atau biasa di sebut dengan “saluran telepon rumah” adalah suatu jalur koneksi telepon yang sudah mempunyai line-nya masing-masing. Sehingga jika kita menggunakan PSTN jalur telepon kita sudah memiliki jalannya masing-masing. Keunggulan nya ialah pada PSTN tidak ada istilah network busy, ini dikarenakan masing-masing PSTN sudah memiliki jalur masing-masing, kelemahan pada jaringan ini ialah tidak dapat melakukan access internet langsung via modem DSL dengan kecepatan diatas dari 56 KBPs. Bisa dibayangkan dengan kecepatan begitu, jika anda ingin men-download file nya yang berukuran 20 MB. Bisa-bisa saja anda akan duduk di depan computer selama 1 jam. ini berbanding terbalik dengan jaringan Wireless pada handphone yang dapat melakukan acces internet hingga 3,6 MBPs.
Pastinya anda sering menyaksikan iklan-iklan operator yang biasa muncul di televisi dengan menggunakan kata-kata (maaf sebelumnya) “Telpon Kapan Saja Dimanapun Berkali-Kali Cuman 1000 perak”, atau kata-kata “Bukan Hanya Jam Pocong, Kini Siang Malam Telepon Gratis” dan kata-kata “Telepon cuman 0,5 sampe puas,,,”. Itu adalah segelintir kata-kata yang digunakan para operator untuk merayu calon komsumennya. Di balik itu harus anda ketahui bahwa dengan harga telepon fantastis tersebut operator mengorbankan kenyamanan dalam komunikasi.
Semakin banyak nya pengguna jaringan wireless tentunya makin banyak kouta jaringan yang harus di perlukan. Ini yang bukannya tidak dicermati oleh para pihak operator selular melainkan dibiarkan saja, seharusnya makin banyak kosumen suatu operator seluler seharusnya tower BTS yang berfungsi sebagai transmisi jaringan telepon wireless harus di tambah, jikalau tidak terjadi penambahan atau perbaikan akan terjadi jaringan sibuk pada jam tertentu sehingga jika kita ingin melakukan panggilan tidak akan bisa Tentunya ini akan sangat merugikan bagi konsumen yang memerlukan informasi up-to-date. Bisa anda bayangkan jikalau di suatu daerah terjadi bencana alam, pastinya setiap orang yang berada pada daerah tersebut akan melakukan panggilan telepon ke nomor handphone saudaranya. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi, dengan tower BTS yang apa adanya dan jaringan alakadarnya akan terjadi network busy jika kita melakukan panggilan secara bersamaan. Ini berbanding terbalik dengan jaringan PSTN yang sudah ada jalurnya. Tidak akan ada istilah network busy pada jaringan ini karena masing-masing jalur PSTN tidak akan saling bentrok.
Mungkin itu adalah sedikit gambaran yang saya paparkan kepada rekan-rekan semuanya tentang perbedaan jaringan GSM, CDMA, dan PSTN. Sekarang tergantung rekan-rekan untuk memilih yang mana yang baik diantara jaringan ada.

Senin, 16 Juni 2008

Wireless LAN

1. Pengantar Jaringan Wireless LAN ( Jaringan lokal tanpa kabel )
Kita telah mengetahui dan mengenal tentang Local Area Network (LAN), dimana ia merupakan jaringan yang terbentuk dari gabungan beberapa komputer yang tersambung melalui saluran fisik (kabel). Seiring dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan untuk akses jaringan yang mobile (bergerak) yang tidak membutuhkan kabel sebagai media tranmisinya, maka muncullah Wireless Local Area Network (Wireless LAN/WLAN).

Jaringan lokal tanpa kabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal tanpa kabel dimana media transmisinya menggunakan frekuensi radio (RF) dan infrared (IR), untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area disekitarnya. Area jangkauannya dapat berjarak dari ruangan kelas ke seluruh kampus atau dari kantor ke kantor yang lain dan berlainan gedung. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan WLAN termasuk di dalamnya adalah PC, Laptop, PDA, telepon seluler, dan lain sebagainya. Teknologi WLAN ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna mobile bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya.
Spesifikasi yang digunakan dalam WLAN adalah 802.11 dari IEEE dimana ini juga sering disebut dengan WiFi (Wireless Fidelity) standar yang berhubungan dengan kecepatan akses data. Ada beberapa jenis spesifikasi dari 802,11 yaitu 802.11b, 802.11g, 802.11a, dan 802.11n

# Sejarah Wireless LAN
Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) menguji WLAN dengan RF. Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data rate 100 Kbps.
Karena tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita Industrial, Scientific and Medical (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN secara komersial memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum (SS) pada pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.

Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang sesuai standar 802.11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps.

Pada bulan Juli 1999, IEEE kembali mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b. Kecepatan transfer data teoritis maksimal yang dapat dicapai adalah 11 Mbps. Kecepatan tranfer data sebesar ini sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802.3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar 802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4Ghz. Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah kemungkinan terjadinya interferensi dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi sama.

Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54Mbps. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sukar menembus dinding atau penghalang lainnya. Jarak jangkau gelombang radio relatif lebih pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar tersebut.

Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan 802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya.

Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi 802.11b, 802.11g. Teknologi yang diusung dikenal dengan istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of 802.11n”. MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan peningkatan jumlah klien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan laptop atau klien Wi-Fi sesuka hati. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan saudara tuanya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan oleh adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 108Mbps.

Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54Mbps. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sukar menembus dinding atau penghalang lainnya. Jarak jangkau gelombang radio relatif lebih pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar tersebut.

Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan 802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya.

Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi 802.11b, 802.11g. Teknologi yang diusung dikenal dengan istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of 802.11n”. MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan peningkatan jumlah klien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan laptop atau klien Wi-Fi sesuka hati. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan saudara tuanya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan oleh adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 108Mbp.


# Media Transmisi WLAN

Ada 2 media transmisi yang digunakan oleh Jaringan local tanpa kabel ini yaitu :

1. Frekuensi Radio ( RF)

Penggunaan RF tidak asing lagi bagi kita, contoh penggunaannya adalah pada stasiun radio, stasiun TV, telepon cordless dll. RF selalu dihadapi oleh masalah spektrum yang terbatas, sehingga harus dipertimbangkan cara memanfaatkan spektrum secara efisien. WLAN menggunakan RF sebagai media transmisi karena jangkauannya jauh, dapat menembus tembok, mendukung mobilitas yang tinggi, meng-cover daerah jauh lebih baik dari IR dan dapat digunakan di luar ruangan. WLAN, di sini, menggunakan pita ISM (Tabel 2) dan memanfaatkan teknik spread spectrum (DS atau FH).
* DS adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi secara langsung dengan kode-kode tertentu (deretan kode Pseudonoise/PN dengan satuan chip).
* FH adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi dengan frekuensi yang loncat-loncat (tidak konstan). Frekuensi yang berubah-ubah ini dipilih oleh kode-kode tertentu (PN)
3.
2. Infrared (IR)

Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak dekat, contoh paling umum pemakaian IR adalah remote control (untuk televisi). Gelombang IR mudah dibuat, harganya murah, lebih bersifat directional, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari. Pengirim dan penerima IR menggunakan Light Emitting Diode (LED) dan Photo Sensitive Diode (PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media transmisi karena IR dapat menawarkan data rate tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan harganya murah. WLAN dengan IR memiliki tiga macam teknik, yaitu Directed Beam IR (DBIR), Diffused IR (DFIR) dan Quasi Diffused IR (QDIR).
* DFIR
Teknik ini memanfaatkan komunikasi melalui pantulan. Keunggulannya adalah tidak memerlukan Line Of Sight (LOS) antara pengirim dan penerima dan menciptakan portabelitas terminal. Kelemahannya adalah membutuhkan daya yang tinggi, data rate dibatasi oleh multipath, berbahaya untuk mata telanjang dan resiko interferensi pada keadaan simultan adalah tinggi.
*
DBIR
Teknik ini menggunakan prinsip LOS, sehingga arah radiasinya harus diatur. Keunggulannya adalah konsumsi daya rendah, data rate tinggi dan tidak ada multipath. Kelemahannya adalah terminalnya harus fixed dan komunikasinya harus LOS.
*
QDIR
Setiap terminal berkomunikasi dengan pemantul, sehingga pola radiasi harus terarah. QDIR terletak antara DFIR dan DBIR (konsumsi daya lebih kecil dari DFIR dan jangkaunnya lebih jauh dari DBIR).

WLAN dengan RF memiki beberapa topologi sebagai berikut :

1. Tersentralisasi
Nama lainnya adalah star network atau hub based. Topologi ini terdiri dari server (c) dan beberapa terminal pengguna, di mana komunikasi antara terminal harus melalui server terlebih dahulu. Keunggulannya adalah daerah cakupan luas, transmisi relatif efisien dan desain terminal pengguna cukup sederhana karena kerumitan ada pada server. Kelemahannya adalah delay-nya besar dan jika server rusak maka jaringan tidak dapat bekerja.


Gambar : Topologi Bintang pada WLAN
2.
Terdistribusi
Dapat disebut peer to peer, di mana semua terminal dapat berkomunikasi satu sama lain tanpa memerlukan pengontrol (servers). Di sini, server diperlukan untuk mengoneksi WLAN ke LAN lain. Topologi ini dapat mendukung operasi mobile dan merupakan solusi ideal untuk jaringan ad hoc. Keunggulannya jika salah satu terminal rusak maka jaringan tetap berfungsi, delay-nya kecil dan kompleksitas perencanaan cukup minim. Kelemahannya adalah tidak memiliki unit pengontrol jaringan (kontrol daya, akses dan timing).

Gambar : Topologi peer to peer
3.
Jaringan selular
Jaringan ini cocok untuk melayani daerah dengan cakupan luas dan operasi mobile. Jaringan ini memanfaatkan konsep microcell, teknik frequency reuse dan teknik handover. Keunggulannya adalah dapat menggabungkan keunggulan dan menghapus kelemahan dari ke dua topologi di atas. Kelemahannya adalah memiliki kompleksitas perencanaan yang tinggi.


Gambar : Topologi jaringan seluler


Komponen Wireless LAN

1. Access Point (AP)
Pada WLAN, alat untuk mentransmisikan data disebut dengan Access Point dan terhubung dengan jaringan LAN melalui kabel. Fungsi dari AP adalah mengirim dan menerima data, sebagai buffer data antara WLAN dengan Wired LAN, mengkonversi sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalukan melalui kabel atau disalurkan keperangkat WLAN yang lain dengan dikonversi ulang menjadi sinyal frekuensi radio.

Satu AP dapat melayani sejumlah user sampai 30 user. Karena dengan semakin banyaknya user yang terhubung ke AP maka kecepatan yang diperoleh tiap user juga akan semakin berkurang. Ini beberapa contoh produk AP dari beberapa vendor.


Gambar : Access Point dari produk Linksys, Symaster, Dlink
2. Extension Point
Untuk mengatasi berbagai problem khusus dalam topologi jaringan, designer dapat menambahkan extension point untuk memperluas cakupan jaringan. Extension point hanya berfungsi layaknya repeater untuk client di tempat yang lebih jauh. Syarat agar antara akses point bisa berkomunikasi satu dengan yang lain, yaitu setting channel di masing-masing AP harus sama. Selain itu SSID (Service Set Identifier) yang digunakan juga harus sama. Dalam praktek dilapangan biasanya untuk aplikasi extension point hendaknya dilakukan dengan menggunakan merk AP yang sama.


Gambar : Jaringan menggunakan Extension Point
3. Antena
Antena merupakan alat untuk mentransformasikan sinyal radio yang merambat pada sebuah konduktor menjadi gelombang elektromagnetik yang merambat diudara. Antena memiliki sifat resonansi, sehingga antena akan beroperasi pada daerah tertentu. Ada beberapa tipe antena yang dapat mendukung implementasi WLAN, yaitu :
1. Antena omnidirectional

Yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal kesegala arah dengan daya yang sama. Untuk menghasilkan cakupan area yang luas, gain dari antena omni directional harus memfokuskan dayanya secara horizontal (mendatar), dengan mengabaikan pola pemancaran ke atas dan kebawah, sehingga antena dapat diletakkan ditengah-tengah base station. Dengan demikian keuntungan dari antena jenis ini adalah dapat melayani jumlah pengguna yang lebih banyak. Namun, kesulitannya adalah pada pengalokasian frekuensi untuk setiap sel agar tidak terjadi interferensi.

Gambar : Jangkauan area Antena omnidirectional
2. Antena directional

Yaitu antena yang mempunyai pola pemancaran sinyal dengan satu arah tertentu. Antena ini idealnya digunakan sebagai penghubung antar gedung atau untuk daerah yang mempunyai konfigurasi cakupan area yang kecil seperti pada lorong-lorong yang panjang.


4. Wireless LAN Card
WLAN Card dapat berupa PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association), ISA Card, USB Card atau Ethernet Card. PCMCIA digunakan untuk notebook, sedangkan yang lainnya digunakan pada komputer desktop. WLAN Card ini berfungsi sebagai interface antara system operasi jaringan client dengan format interface udara ke AP. Khusus notebook yang keluaran terbaru maka WLAN Cardnya sudah menyatu didalamnya. Sehingga tidak keliatan dari luar.

;;